Indramayu – Dalam upaya menjaga keharmonisan dan mempererat hubungan antarwarga, Babinsa Desa Kiajaran Wetan Koramil 1603/Lohbener, Sertu Jaeni Lubis, melaksanakan mediasi untuk membantu menyelesaikan persoalan yang terjadi di lingkungan masyarakat Desa Kiajaran Wetan, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, Kamis (23/7/2026).
Mediasi dilaksanakan secara kekeluargaan dengan mengedepankan dialog, musyawarah, dan mufakat. Langkah tersebut dilakukan agar persoalan yang terjadi dapat diselesaikan secara damai tanpa menimbulkan kesalahpahaman maupun konflik berkepanjangan.
Dalam pertemuan tersebut, Sertu Jaeni Lubis memberikan kesempatan kepada para pihak untuk menyampaikan pandangan dan penjelasan masing-masing. Babinsa kemudian mengajak seluruh pihak mencari jalan keluar yang adil serta dapat diterima bersama.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial Babinsa dalam membantu menjaga keamanan, ketertiban, dan keharmonisan kehidupan sosial di wilayah binaan.
Sertu Jaeni Lubis mengatakan, kehadiran Babinsa dalam mediasi merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap kehidupan masyarakat sekaligus upaya mencegah persoalan berkembang menjadi gangguan keamanan dan ketertiban.
“Kami hadir untuk membantu mencarikan solusi terbaik bagi seluruh pihak melalui musyawarah. Harapannya, persoalan yang terjadi dapat diselesaikan dengan baik sehingga tidak ada lagi prasangka buruk antarwarga dan hubungan silaturahmi tetap terjaga, ” ujar Sertu Jaeni Lubis.
|
Baca juga:
Evakuasi ODGJ Bersenjata Tajam di Indramayu
|
Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak mudah terpancing emosi serta mengutamakan komunikasi apabila terjadi perbedaan pendapat maupun kesalahpahaman di lingkungan.
Sementara itu, Danramil 1603/Lohbener, Kapten Inf Arifin, mengapresiasi langkah Babinsa dalam membantu menyelesaikan persoalan yang terjadi di wilayah binaannya.
“Babinsa harus selalu hadir di tengah masyarakat dan menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang muncul. Melalui pendekatan persuasif dan komunikasi yang baik, diharapkan tercipta kehidupan masyarakat yang rukun, damai, dan harmonis, ” tegas Kapten Inf Arifin.
Komandan Kodim 0616/Indramayu, Letkol Arm Tulus Widodo, S.E., M.Han., menegaskan bahwa penyelesaian persoalan melalui mediasi merupakan langkah tepat untuk menjaga stabilitas dan keamanan wilayah.
“Kegiatan mediasi yang dilakukan Babinsa merupakan implementasi pembinaan teritorial yang bertujuan memperkuat persatuan dan kebersamaan masyarakat. Dengan komunikasi yang baik, setiap persoalan dapat diselesaikan secara bijaksana tanpa menimbulkan konflik berkepanjangan, ” ungkap Letkol Arm Tulus Widodo.
Komandan Korem 063/Sunan Gunung Jati, Kolonel Inf Hista Soleh Harahap, menyampaikan bahwa Babinsa memiliki peran penting dalam membangun ketahanan wilayah melalui kedekatan dan komunikasi bersama masyarakat.
“Babinsa merupakan ujung tombak satuan teritorial yang harus mampu menjadi perekat dan pengayom masyarakat. Kehadiran Babinsa dalam membantu menyelesaikan permasalahan warga menjadi bukti nyata kepedulian TNI terhadap terciptanya keamanan dan ketertiban lingkungan, ” ujarnya.
Pangdam III/Siliwangi, Mayor Jenderal TNI Kosasih, S.E., M.M., menekankan pentingnya menjaga persaudaraan dan kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Kebersamaan, persatuan, dan semangat gotong royong merupakan modal utama dalam menjaga ketahanan wilayah. Saya mengajak seluruh masyarakat untuk selalu mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan setiap persoalan sehingga tercipta lingkungan yang aman, damai, dan penuh rasa kekeluargaan, ” tutur Mayor Jenderal TNI Kosasih.
Melalui kegiatan mediasi tersebut, seluruh pihak diharapkan dapat menerima hasil musyawarah dengan lapang dada, menghentikan perselisihan, serta kembali membangun komunikasi yang harmonis.
Sinergi antara Babinsa dan masyarakat juga diharapkan semakin kuat dalam menjaga situasi Desa Kiajaran Wetan agar tetap aman, tertib, damai, dan kondusif.
(PERS)

Updates.